Inilah engkau,
menantangku dikala aku tidak dapat mempersiapkan apa-apa. Ntah aku yang lengah
atau karena engkau memiliki strategi sangat picik. Tetaplah
aku yang selalu bertekuk lutut dihadapanmu. Umurmu yang begitu cepat, tak
melewatkan sedikitpun makhluk dibumi ini yang kau tak kenal dengannya. Bahkan
kau teman dekat mereka yang tanpa mereka sadari.
Dikala semua itu sirna, engkaulah yang menjadi bukti akan
kelalaianku saat itu. Sifat fisikmu tak terlihat namun kinerjamu sangatlah
nyata. Memang adakalanya suatu objek itu bersalah bahkan agen masalah dari
semua permasalahan, akankah ada toleransi.
Hingga tibalah pengadilan itu, dimana peranmu saat itu
sangatlah berarti. Bahkan menentukan bangga dan sedihnya dia. Engkau akan
bertanya dan berbincang apa yang kau perbuat. Sampai kau mendeklarasikan bahwa
sekian banyak makhluk dimuka bumi ini yang melupakanmu. Ditengah keseriusanmu
saat itu. Sungguh tertipu kalian.
Sehingga cukup bagi kita, atas persaksian dengan sumpah
atas namamu. Yang seandainya bila didunia tak ada apapun yang menjadi saksi
selainmu itu cukup bagi kita semua. Cepat atau lambat kau akan menyadarinya.
#Percayalah

0 komentar:
Posting Komentar