Rabu, 18 Juni 2014

BIBIR TERSENYUM HATI MENANGIS




            Untukmu duhai bunga yang tak pernah layu. Semerbak aroma yang memenuhimu seakan menyisakan jejak-jejak yang mencurigakan. Engkau uang begitu royal akan dia akan tetapi dibalik tirai engkau membuatnya terjatuh. Nyata atau tidak itulah faktanya, bahkan kaulah dalang dari semua ini.

            Namun dilain pihak, engkau bagaikan udang yang sulit ditebak tempatnya. Apa itu dibalik batu atau pula dibalik gemuruhnya ombak. Bayangmu seakan membisikkan aku apa yang kamu lakukan itu dan selanjutnya. Bak semut hitam berjalan diatas batu ditengah kegelapan malam.

            Sebaiknya apa yang kau lakukan ini tidaklah bercermin dengan dirimu. Ingatlah, hati ini seakan mengungkapkan rasa yang sama namun apalah artinya. Bila sudah tenggelam bertahtakan ombak diatas ombak.

            Memang apa yang dilakukan ada benarnya. Inilah yang menjadi rancu. Tak ada warna penengah dari semua ini. Bintang yang teramat kokoh itupun hanyalah satu diantara sekian banyak bintang yang lain. Dialah dia bukan dialah aku. Cahaya diatas cahaya yang menyilaukan bahkan mematikan.
Read More ->>

TAMU YANG TERISTIMEWA




            Untukmu yang sampai saat ini masih dalam keadaan lalai, ku peringatkan engkau kedatangan tamumu ini. Tak perlu kau sambut dia dengan makananmu yang indah atau sikapmu yang menawan dia tidak butuh itu semua. Dia pun tak kagum dengan rumahmu yang bak istana dan hartamu yang melimpah ruah. Dia hanya menginginkanmu seutuhnya.

            Akan ku perkenalkan diriku sebenarnya, aku hanyalah satu dari sekian banyak makhluk yang diutus untukmu. Aku tak lapar atau haus sebagaimana kamu. Aku dekat wahai kawan. Aku pun tidak memandangmu dengan umurmu baik muda atau tua, senang atau susah, sakit atau sehat, diam atau bergerak. Aku akan datang.

            Tak ada waktu untuk kau ucapkan salam padaku atau selamat datang sekalipun. Tetapi kaulah yang bahkan menolakku untuk datang. Hingga kau berusaha membangun benteng yang sangat kokh ditambah pengawal pribadimu yang gagah, aku tidaklah aku merusak atau mengganggunya aku hanya ingin dirimu seutuhnya.

            Maka dari itu ingatlah akan nyatanya aku dikehidupanmu. Jangan kau anggap aku bak sampah yang mungkin kau tak pernah mengingatnya sama sekali. Aku adalah tamumu. Tamu terakhir di dalam kehidupanmu.
Read More ->>

WAKTU




Inilah engkau, menantangku dikala aku tidak dapat mempersiapkan apa-apa. Ntah aku yang lengah atau karena engkau memiliki strategi sangat picik. Tetaplah aku yang selalu bertekuk lutut dihadapanmu. Umurmu yang begitu cepat, tak melewatkan sedikitpun makhluk dibumi ini yang kau tak kenal dengannya. Bahkan kau teman dekat mereka yang tanpa mereka sadari.

          Dikala semua itu sirna, engkaulah yang menjadi bukti akan kelalaianku saat itu. Sifat fisikmu tak terlihat namun kinerjamu sangatlah nyata. Memang adakalanya suatu objek itu bersalah bahkan agen masalah dari semua permasalahan, akankah ada toleransi.

          Hingga tibalah pengadilan itu, dimana peranmu saat itu sangatlah berarti. Bahkan menentukan bangga dan sedihnya dia. Engkau akan bertanya dan berbincang apa yang kau perbuat. Sampai kau mendeklarasikan bahwa sekian banyak makhluk dimuka bumi ini yang melupakanmu. Ditengah keseriusanmu saat itu. Sungguh tertipu kalian.

          Sehingga cukup bagi kita, atas persaksian dengan sumpah atas namamu. Yang seandainya bila didunia tak ada apapun yang menjadi saksi selainmu itu cukup bagi kita semua. Cepat atau lambat kau akan menyadarinya.
#Percayalah
Read More ->>

BUNDA




          Sang menteri kian menyilaukan sinarnya. Dibubuhi dengan rintik-rintik air yang menyentuh kalbu. Hidupmu yang mulia apabila kau menempuh kemuliaan itu, seakan ciri dan tanda bagi setiap insan yang merasakan nya. Kau yang menjadi penyangga masyarakat kecil ini seakan tak mengenal lelah, letih, dan lesu. Bagitulah engkau teramat mulia.

            Pantaslah engkau menjadi salah satu teknik perbaktian dalam keluarga yang perlu diperhatikan, yang membuat namamu menjadi sang juara. 1,2,dan3 engkau rebut semua juara. Sedangkan pasanganmu tetaplah peringkat harapan. Yang jauh dari kemulianmu. Tapi perbaktian tetaplah perbaktian. Keduanya adalah suatu ganjaran yang besar apabila kita menginginkannya.

            Hidupmu seakan pertanda kehidupan alam ini. Cukup mereka yang selalu memperlakukanmu layaknya pembantu, sangat tidak memperhatikan akibat perbuatan mereka tersebut. Bahkan balasan nya lebih dari apa yang mereka perbuat.

            Ku hanya berharap untuk selalu berbakti denganmu. Aku hanya ingin engaku abahgia disana. Karena apalah artinya kehidupan yang sementara ini disbanding dengan kehidupan yang tiada tara kekal abadi. Salam hangat untuk wahai BUNDA !!!
Read More ->>

Rabu, 11 Juni 2014

IZINKAN AKU BERCERITA TENTANGMU...!!!






IZINKAN AKU BERCERITA TENTANGMU...!!!

Jangan pernah lelah wahai Mujahid
Karena ku kan senantiasa di belakangmu untuk mendukungmu
Jangan kau tengok ke belakang, lihatlah kedepan
Di depan ada musuhmu, musuh Tuhan kita
Jadikan mereka terhina dengan kekuatanmu
Janganlah ragu untuk melepaskan peluru dari selongsong senapanmu
Bidiklah tepat di jantungnya
Jadikan ia mati sia-sia, tak memberi kemenangan bagi sekutunya
Maju terus jangan pernah menyerah
Lepaskanlah duniamu
Karena sungguh dunia ini hina
Sesungguhnya disisi Tuhan kitalah sebenar-benarnya kebahagiaan
Ingatlah isteri-isteri akhiratmu menunggumu dengan penuh cinta
Mereka senantiasa mendendangkan syair kerinduan
Hanya untukmu, hanya untukmu
Disaat kau pulang dengan membawa kemenangan
Maka janganlah kau merasa puas hingga Allah memenangkan agama ini atau kau menemui syahid di medan itu
Dua pilihan yang menguntungkan, bukan?
Siapakah yang tidak suka dengan perniagaan demikian?
Sungguh merugi bagi orang yang membeli kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat
Bukankah kau tidak demikian?
Kau sering bercerita kepadaku tentang indahnya syurga
Dengan berbagai kenikmatan didalamnya
Dan akupun mendengarkan dengan seksama
Betapa indahnya jika kita termasuk penghuni di dalamnya
Menuai keridhaan-Nya selamanya
Wahai Mujahidku…aku sering melihatmu bercucuran air mata
Dan seketika itu kau tersungkur bersujud
Memanjatkan sebuah do’a
Aku tak bisa mendengarnya karena suaramu tertahan oleh gejolak didadamu
Namun ku tau
Itu adalah gemuruh kerinduanmu padanNya
dan kau memohon untuk bisa membela saudara-saudaramu dari para Thagut kaum kuffar
mengembalikan izzah mereka
wahai Kekasihku…ku kan senantiasa berdoa untuk mu agar harapanmu terpenuhi
untuk bisa kembali ke medan pertempuran itu
sungguh aku ridha jika harus dua kali atau bahkan berulang kali ditinggal olehmu
meski kerinduanku belumlah pupus
meski sajadahku belumlah kering karena banyaknya air mata kerinduan mengharap hadirmu disisiku
meski hari-hariku kan kembali sepi oleh canda dan petuahmu
asalkan Rabb kita memperkenankan kita bersua dan berkumpul di JannahNya
untuk selamanya
Jika kita tak berjumpa kembali
Maka kan ku semai cintamu di syurga
Dalam istana takwa
senyumku mengembang jika ku membayangkannya (syurga)
meski kau selalu menyanjungku tiap pagi dan malam hari
jika rasa itu menyerang maka aku kan mengingat kata-katamu
“kecantikan bidadari memang tiada duanya namun wanita dunia lebih mulia dan tiada tandingannya karena mereka bersusah payah beribadah sewaktu di dunia”
Dan seketika itu pula hatiku riang
Ahhh..kau selalu mengerti bagaimana caranya membuatku senang
Wahai kasihku….tiada berita yang lebih kusukai selain berita tentang kesyahidanmu
Oleh karena itu janganlah berhenti untuk mengharap syahadah pada-Nya
Mudah-mudahan Allah melapangkan jalanmu menujuNya
Kau ingat bukan Rabb kita telah berfirman
“Barang siapa menolong agamanya maka dia akan menolongnya pula”
Yakinlah itu
Wahai kekasih hati….jangan pernah ragu untuk meninggalkanku kembali
Jangan fikirkan aku
Karena ku kan baik-baik saja
Ku kan setangguh Handzalah
yang merelakan malam pengantinya
untuk memenuhi seruan-Nya
Kan kutopang hidupku tanpamu
Karena kini ku telah terbiasa
Kau yang mengajarkannya padaku, bukan?
Bukankah kita telah berkomitmen dari awal perjumpaan
dan saat ijab Kabul diucapkan
untuk mendirikan bangunan kasih kita di atas jalanNya
hingga syahid menjemput?
Kita tau perjumpaan di dunia adalah sementara
Karenanya kita memohon perjumpaan yang kekal
Hingga kau dan aku tak terpisahkan lagi oleh ruang dan waktu
Allaahumma Amiin
Salam rinduku untuk mu selalu
Read More ->>

Kamis, 05 Juni 2014

CINTA







CINTA
          Seucap kata yang sering terdengar di telinga kita, diiringi  rasa harap dan rasa yang mewakili seluruh tingkah laku dan pikiran kita. Mudah diucap dan sulit untuk direalisasikan. Hingga terbitlah fatamorgana yang menguasai mereka, kekuasaan yang monarkhi, membelah atmosfer kehidupan sehingga tercipta insane yang dekomposisi perasaan. Seolah-olah zaman ini merupakan zaman keemasan dia. Antek-antek media dan para pendukung setia seakan melengkapi dan tersetifikasi dengan baik. Tapi semua itu…berakhir.

          Dengarkanlah deklarasiku ini, Aku mencintaimu karena Alloh ta’ala. Menghujam kuat di para sanubari insane, meleburkan cintaa-cinta para oplosan yang sebatas kenikmatan sesaat. Memang fitrah ini suci, fitrah yang mngontrol ataukah hati kita ?. Lalu apalah arti raja, yang apabila dia baik maka baik seluruhnya namun apabila buruk maka buruklah semua.

          Wahai manusia, saya adalah cinta. Perlakukan aku pada seharusnya. Jangan kau letakkan aku pada selain habitatku. Jika seandainya diantara bumi dan langit tidak ada aku, maka sang merah pun akan tertumpahkan, lautan pun memudar, bahkan gunung pun terbelah. Kau perlu mengetahui bahwa aku mempunyai tiap-tiap kaki tangan. Dimana kau bisa memilih yang mana kau kuasai dan yang mana kau mata-matai. Karena itulah aku diciptakan

          Cukup sudah kau melukai aku, cukup sampai disini. Tak usah kau meminta maaf memang penyesalan diakhir setiap peristiwa. Namun bukan berarti kau acuhkan aku, karena aku pun masih didalam bersamamu. Kata ini Ujian, Cobaan, dan Penghisaban. Maka jangan pernah kau mempermainkan aku sedikit pun.
Read More ->>

Pages

About Me

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.