Untukmu yang sampai saat ini masih dalam keadaan lalai,
ku peringatkan engkau kedatangan tamumu ini. Tak perlu kau sambut dia dengan
makananmu yang indah atau sikapmu yang menawan dia tidak butuh itu semua. Dia
pun tak kagum dengan rumahmu yang bak istana dan hartamu yang melimpah ruah.
Dia hanya menginginkanmu seutuhnya.
Akan ku perkenalkan diriku sebenarnya, aku hanyalah satu
dari sekian banyak makhluk yang diutus untukmu. Aku tak lapar atau haus
sebagaimana kamu. Aku dekat wahai kawan. Aku pun tidak memandangmu dengan
umurmu baik muda atau tua, senang atau susah, sakit atau sehat, diam atau
bergerak. Aku akan datang.
Tak ada waktu untuk kau ucapkan salam padaku atau selamat
datang sekalipun. Tetapi kaulah yang bahkan menolakku untuk datang. Hingga kau
berusaha membangun benteng yang sangat kokh ditambah pengawal pribadimu yang
gagah, aku tidaklah aku merusak atau mengganggunya aku hanya ingin dirimu
seutuhnya.
Maka dari itu ingatlah akan nyatanya aku dikehidupanmu.
Jangan kau anggap aku bak sampah yang mungkin kau tak pernah mengingatnya sama
sekali. Aku adalah tamumu. Tamu terakhir di dalam kehidupanmu.

0 komentar:
Posting Komentar