Rabu, 18 Juni 2014

TAMU YANG TERISTIMEWA




            Untukmu yang sampai saat ini masih dalam keadaan lalai, ku peringatkan engkau kedatangan tamumu ini. Tak perlu kau sambut dia dengan makananmu yang indah atau sikapmu yang menawan dia tidak butuh itu semua. Dia pun tak kagum dengan rumahmu yang bak istana dan hartamu yang melimpah ruah. Dia hanya menginginkanmu seutuhnya.

            Akan ku perkenalkan diriku sebenarnya, aku hanyalah satu dari sekian banyak makhluk yang diutus untukmu. Aku tak lapar atau haus sebagaimana kamu. Aku dekat wahai kawan. Aku pun tidak memandangmu dengan umurmu baik muda atau tua, senang atau susah, sakit atau sehat, diam atau bergerak. Aku akan datang.

            Tak ada waktu untuk kau ucapkan salam padaku atau selamat datang sekalipun. Tetapi kaulah yang bahkan menolakku untuk datang. Hingga kau berusaha membangun benteng yang sangat kokh ditambah pengawal pribadimu yang gagah, aku tidaklah aku merusak atau mengganggunya aku hanya ingin dirimu seutuhnya.

            Maka dari itu ingatlah akan nyatanya aku dikehidupanmu. Jangan kau anggap aku bak sampah yang mungkin kau tak pernah mengingatnya sama sekali. Aku adalah tamumu. Tamu terakhir di dalam kehidupanmu.

0 komentar:

Posting Komentar

Pages

About Me

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.