Rabu, 18 Juni 2014

BUNDA




          Sang menteri kian menyilaukan sinarnya. Dibubuhi dengan rintik-rintik air yang menyentuh kalbu. Hidupmu yang mulia apabila kau menempuh kemuliaan itu, seakan ciri dan tanda bagi setiap insan yang merasakan nya. Kau yang menjadi penyangga masyarakat kecil ini seakan tak mengenal lelah, letih, dan lesu. Bagitulah engkau teramat mulia.

            Pantaslah engkau menjadi salah satu teknik perbaktian dalam keluarga yang perlu diperhatikan, yang membuat namamu menjadi sang juara. 1,2,dan3 engkau rebut semua juara. Sedangkan pasanganmu tetaplah peringkat harapan. Yang jauh dari kemulianmu. Tapi perbaktian tetaplah perbaktian. Keduanya adalah suatu ganjaran yang besar apabila kita menginginkannya.

            Hidupmu seakan pertanda kehidupan alam ini. Cukup mereka yang selalu memperlakukanmu layaknya pembantu, sangat tidak memperhatikan akibat perbuatan mereka tersebut. Bahkan balasan nya lebih dari apa yang mereka perbuat.

            Ku hanya berharap untuk selalu berbakti denganmu. Aku hanya ingin engaku abahgia disana. Karena apalah artinya kehidupan yang sementara ini disbanding dengan kehidupan yang tiada tara kekal abadi. Salam hangat untuk wahai BUNDA !!!

0 komentar:

Posting Komentar

Pages

About Me

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.