Untukmu
duhai bunga yang tak pernah layu. Semerbak aroma yang memenuhimu seakan
menyisakan jejak-jejak yang mencurigakan. Engkau uang begitu royal akan dia
akan tetapi dibalik tirai engkau membuatnya terjatuh. Nyata atau tidak itulah
faktanya, bahkan kaulah dalang dari semua ini.
Namun
dilain pihak, engkau bagaikan udang yang sulit ditebak tempatnya. Apa itu
dibalik batu atau pula dibalik gemuruhnya ombak. Bayangmu seakan membisikkan
aku apa yang kamu lakukan itu dan selanjutnya. Bak semut hitam berjalan diatas
batu ditengah kegelapan malam.
Sebaiknya
apa yang kau lakukan ini tidaklah bercermin dengan dirimu. Ingatlah, hati ini
seakan mengungkapkan rasa yang sama namun apalah artinya. Bila sudah tenggelam
bertahtakan ombak diatas ombak.
Memang
apa yang dilakukan ada benarnya. Inilah yang menjadi rancu. Tak ada warna
penengah dari semua ini. Bintang yang teramat kokoh itupun hanyalah satu
diantara sekian banyak bintang yang lain. Dialah dia bukan dialah aku. Cahaya
diatas cahaya yang menyilaukan bahkan mematikan.

0 komentar:
Posting Komentar