Rabu, 18 Juni 2014

BIBIR TERSENYUM HATI MENANGIS




            Untukmu duhai bunga yang tak pernah layu. Semerbak aroma yang memenuhimu seakan menyisakan jejak-jejak yang mencurigakan. Engkau uang begitu royal akan dia akan tetapi dibalik tirai engkau membuatnya terjatuh. Nyata atau tidak itulah faktanya, bahkan kaulah dalang dari semua ini.

            Namun dilain pihak, engkau bagaikan udang yang sulit ditebak tempatnya. Apa itu dibalik batu atau pula dibalik gemuruhnya ombak. Bayangmu seakan membisikkan aku apa yang kamu lakukan itu dan selanjutnya. Bak semut hitam berjalan diatas batu ditengah kegelapan malam.

            Sebaiknya apa yang kau lakukan ini tidaklah bercermin dengan dirimu. Ingatlah, hati ini seakan mengungkapkan rasa yang sama namun apalah artinya. Bila sudah tenggelam bertahtakan ombak diatas ombak.

            Memang apa yang dilakukan ada benarnya. Inilah yang menjadi rancu. Tak ada warna penengah dari semua ini. Bintang yang teramat kokoh itupun hanyalah satu diantara sekian banyak bintang yang lain. Dialah dia bukan dialah aku. Cahaya diatas cahaya yang menyilaukan bahkan mematikan.

0 komentar:

Posting Komentar

Pages

About Me

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.