CINTA
Seucap
kata yang sering terdengar di telinga kita, diiringi rasa harap dan rasa yang mewakili seluruh
tingkah laku dan pikiran kita. Mudah diucap dan sulit untuk direalisasikan.
Hingga terbitlah fatamorgana yang menguasai mereka, kekuasaan yang monarkhi,
membelah atmosfer kehidupan sehingga tercipta insane yang dekomposisi perasaan.
Seolah-olah zaman ini merupakan zaman keemasan dia. Antek-antek media dan para
pendukung setia seakan melengkapi dan tersetifikasi dengan baik. Tapi semua
itu…berakhir.
Dengarkanlah
deklarasiku ini, Aku mencintaimu karena Alloh ta’ala. Menghujam kuat di para
sanubari insane, meleburkan cintaa-cinta para oplosan yang sebatas kenikmatan
sesaat. Memang fitrah ini suci, fitrah yang mngontrol ataukah hati kita ?. Lalu
apalah arti raja, yang apabila dia baik maka baik seluruhnya namun apabila
buruk maka buruklah semua.
Wahai
manusia, saya adalah cinta. Perlakukan aku pada seharusnya. Jangan kau letakkan
aku pada selain habitatku. Jika seandainya diantara bumi dan langit tidak ada
aku, maka sang merah pun akan tertumpahkan, lautan pun memudar, bahkan gunung
pun terbelah. Kau perlu mengetahui bahwa aku mempunyai tiap-tiap kaki tangan.
Dimana kau bisa memilih yang mana kau kuasai dan yang mana kau mata-matai.
Karena itulah aku diciptakan
Cukup
sudah kau melukai aku, cukup sampai disini. Tak usah kau meminta maaf memang
penyesalan diakhir setiap peristiwa. Namun bukan berarti kau acuhkan aku,
karena aku pun masih didalam bersamamu. Kata ini Ujian, Cobaan, dan
Penghisaban. Maka jangan pernah kau mempermainkan aku sedikit pun.

0 komentar:
Posting Komentar